Jumat, 11 November 2011

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgASSgaKgp2XUSHn5gpuFgo_uBBXnVrfEZ9l-aIEneldGanLmh4CVhZlCwBxiE2tnnAw19bqrPbdmQmLfNAgFEEKSO_WthjRlBvexbLjunbki2BGKUvILqM1iYKntZzOz21Yu1W5PuPNdg/h80/Foto0058.jpg
Disewakan vespa scooter. Dokumentasi pra wedding, dan mengarak calon pengantin, atau buat shooting. Motor kami antar ke tempat anda
Hub: Trimo (085692755xxx)

Penyajian Lisan

PENYAJIAN LISAN
1.                  Peranan pidato
Peranan pidato ,ceramah, penyajian penjelasan lisan kepada suatu kelompok massa. Dahulu kala Indonesia mempunyai seorang yang sangatlah hebat dalam hal pidato atau biasa kita panggil bapak proklamator yaitu Ir.soekarno. bangsa indonesia seakan terhipnotis bila mereka semua mendengarkan bapak proklamator itu, badan dan tubuh pun seakan akan ingin bangkit dan akhirnya pun bangsa indonesia ini bisa bangkit dari para penjajah.
Seorang tokoh dalam masyarakat, seorang pemimpin, lebih-lebih lagi seorang sarjana atau ahli harus memiliki pula keahlian untuk menyajikan pikiran dan gagasannya secara oral. Seorang tokoh atau pemimpin yang tidak bisa berbicara di depan umum akan menjauhkan dirinya sendiri dari masyarakat yang di pimpinnya ia tidak sanggup mengadakan komunikasi langsung dengan anggota-anggota masyarakatnya .
2.                  Metode penyajian oral
Persiapan-persiapan yang diadakan pada waktu menyusun sebuah komposisi untuk disampaikan secara lisan pada umumnya sama dengan persiapan sebuak komposisi tertulis. Sebab itu persiapan-persiapan yang diperlukan untuk menyusun sebuah uraian lisan, disamping memperhatikan hal-hal tersebut diatas. Berhubung dengan penyajian lisan ini, dikenal empat macam metode penyajian lisan, yaitu:
Ø    Impromptu yaitu metode berpidato yang serta merta tnapa adanya persiapan
Ø    Memoriter yaitu metode berpidato dengan menghafalkan naskah pidato terlebih dahulu.
Ø    Naskah yaitu metode berpidato dengan membacakan teks/naskah pidato.
Ø    Ekstemporan yaitu metode berpidato dengan terlebih dahulu menyiapkan garis-garis besar konsep pidato yang akan disampaikan.
Persiapan-persiapan yang di adakan pada waktu menyusun sebuah komposisi untuk di sampaikan secara lisan pada umumnya sama dengan persiapan sebuah komposisi tertulis. Perbedaanya terletak dalam dua hal yang pertama dalam penyajian lisan di perlu diperhatikan gerak-gerik, sikap, hubungan, langsung dengan hadirin, sedangkan dalam komposisi tertulis sama sekali tidak di perhitungkan. Kedua dalam penyajian lisan tidak ada kebebasan bagi pendengar untuk memilih mana yang harus di dahulukan mana yang dapat di abaikan .
Setiap tulisan selalu menentukan topik tertentu yang ingin di sampaikan kepada para hadirin dan mengharapkan suatu reaksi tertentu dari para pembaca atau pendengar . Sebab itu dalam menentukan maksud sebuah uraian lisan, pembicara harus selalu memikirkan tanggapan apa yang diinginkan dari para pendengar . Oleh karena itu topik pembicaraan dan tujuannya merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain .
Jadi saran saya untuk menyajikan pidato dengan baik maka si penyaji harus mempunyai maksud dan tujuan dari sebuah komposisi lisan tergantung dari keadaan dan apa yang di kehendaki oleh pembicara . Maksud dan tujuan tersebut dapat dibedakan atas maksud umum dan maksud khusus . Secara umum sebuah uraian mengandung maksud umum dan maksud khusus . Setiap maksud umum selalu akan menimbulkan reaksi-reaksi yang umum, sedangkan maksud-maksud khusus diharapkan akan menimbulkan reaksi yang khusus .


Sekilas tentang Cyberspace dan Cyberbully

Sekilas tentang Cyberspace

Cyberspace berasal dari bahasa Yunani, asal katanya adalah kubernan yang berarti ruang maya tanpa batas, imajinatif dan dapat dihayati melalui perwujudan virtual. Cyberspace merupaka ruang yang diwujudkan melalui (jaringan) computer, sifatnya digital dan dipresenatsikam dalam satuan bit.
Perkembangan teknologi informasi telah menciptakan ‘ruang baru’ yang bersifat artificial dan maya, yaitu cyberspace. Ruang baru ini telah mengalihkan berbagai aktivitas manusia (politik, social, ekonomi, cultural,spiritual, bahkan seksual) dari dunia nyata ke dunia maya yang dikenal dengan dunia tanpa batas. Sehingga apapun yang dilakukan di dunia nyata, kini juga dapat dilakukan dalam bentuk artifisialnya dalam cyberspace. Sebuah migrasi besar-besaran telah terjadi pada kehidupan manusia, yaitu migrasi dari jagat nyata menuju ke jagat maya dari kehidupan ruang nyata menuju kehidupan ruang maya. Migrasi kemanusiaan ini menimbulkan perubahan besar pada setiap orang dalam menjalani dan memaknai kehidupan.
Perkembangan cyberspace telah mempengaruhi kehidupan social pada berbagai tingkatannya. Keberadaan cyberspace tidak saja telah menciptakan perubahan social yang sangat mendasar. Pengaruh cybespace terhadap kehidupan social setidaknya tampak pada tingkat : individu, anatarindividu, dan komunitas.
Pada tingkat individu, cyberspace menciptakan perubahan mendasar dalam pemahaman tentang diri dan identitas. Struktur cyberspace membuka ruang yang lebar bagi setiap orang untuk secara artificial menciptakan konsep tentang diri dan identitas. Kekacauan tentang identitas akan mempengaruhi persepsi, pikiran, personalitas, dan gaya hidup setiap orang. Jika setiap orang merasa bisa menjadi siapapun, sama artinya semua orang bias menjadi beberapa orang yang berbeda. Pada akhirnya yang ada dalam cyberspace adalah permainan identitas.
Tingkat interaksi antarindividu, hakikat cyberspace sebagai dunia yang terbentuk oleh jarngan (web) dan hubungan ( connection) bukan oleh materi. Kesalingterhubungan dan kesalingtergantungan secara virtual merupakan cirri dari cyberspace.
Tingkat komunitas, cyberspace dapat menciptakan satu moel komunitas demokratis dan terbuka. Karena komunitas virtual dibangun bukan dalam territorial yang konkret, maka persoalan didalamnya adalah persoalan normatif, pengaturan, dan control. Dalam komunitas virtual cyberspace, pemimpin, aturan main, control social tersebut tidak berbentuk lembaga, sehingga keberadaannya sangat lemah. Jadi di dalamnya, seakan-akan ‘apa pun bisa’.

A.                 Cyber Bully
Jejaring social secara online, seperti facebook justru kerap di jadikan Gerang bagi cyber bullying. Pasalnya facebook memang cukup popular, saat ini jumlah pengguna facebook seluruh dunia sudah menmbus angka 219.286.560 pengguna. Berdasarkan sumber yang di dapat Http://teknologi.vivanews.com dan Wikipedia, bahwa Indonesia menempati peringkat kedua setelah Amerika Serikat. Keinginan untuk dikenal dan terkenal ini membuat orang mengumbar informasi teramat detail tentang pribadi dirinya. Mereka tak sadar, bahwa hal ini bias menjadi boomeraqng bagi mereka sendiri. Sementara itu, lebih dari 55% pengguna jejaring social facebook itu adalah wanita. Sehingga bukan tidak mungkin wanita menjadi sasaran yang pas bagi para pelaku cyber bullying dalam menjalankan aksinya. Korban kejahatan cyberbullying tidak sedikit, di Indonesia juga banyak pelaku cyber bullying yang memakan banyak korban, termasuk para artis-artis di antaranya.
Rambu-rambu bergaul di dunia maya tidak jauh beda dengan dunia nyata. Di dunia yang nyata tentu anda tidak mudah memberikan informasi pribadi anda yang detail kepada orang yang belum anda kenal. Anda tentu tidak akan dengan mudah membagikan alamat rumah atau no ponsel kepada orang asing jika anda bertemu di jalan. Tapi anehnya banyak orang yang melupkan prinsip ini saat mereka bersosialisasi di dunia maya. Mungkin disebabkan tidak melibatkan hubungan secaraq fisik, lantas orang mempunyai pikiran bahwa sesuatu yang terjadi di dunia maya hanya eksis dan berlangsung di situ saja. Ternyata pendapat seperti ini salah dan sudah banyak kejadian dan kasus yang terjadi.

ü    Hal-hal yang menyebabkan Cyberbully
1.                  Berkomunikasi dengan sembarang orang yang tidak dikenal di dunia maya.
2.                  Sembarang mengupload atau mengirim foto ke dunia maya, karena dengan   adanya foto dapat dengan mudah tersebar kemana-mana.
3.                  Menaruh email asli pada akun pribadi jejaring social.
4.                  Membuat password yang sederhana dan mudah di tebak (seperti nama pacar, nama anak, tanggal lahir, dan sebagainya).
5.                  Member password pada orang lain walaupun itu teman dekat kita sendiri.

ü    Contoh-contoh kasus cyberbully
Misalnya seorang anak yang menghina atau mencemooh temannya dengan menggunakan akun twiter atau akun lainnya terhadap teman yang lain. Yentu saja hal ini akan menjadi sebuah masalah. Cyberbullying merupakan proses ketika anak-anak disiksa, diancam, diganggu, diteror, atau dihina oleh anak-anak lainny melalui internet, telepon selular atau teknologi interaktif digital lainnya. Perbuatan ini sempat menjadi topic berita di Televisi hingga berujung kematian.
ü    Cara pencegahan Cyberbully
1.                  Jangan merespon, para pelau cyberbullying selalu menunggu reaksi korbannya. Untuk itu jangan mudah terpancing untuk merespon aksi para pelaku agar mereka tidak lantas merasa diperhatikan.
2.                  Jangan membalas aksi pelaku. Membalas apa yang dilakukan pelaku cyberbullying akan membuat anda ikut menjadi pelaku dan makin menyuburkan aksi tak menyenangkan ini.
3.                  Selalu berperilaku sopan di dunia maya. Perilaku buruk yang dilakukan seperti membicarakan orang lain, bergosip, atau memfitnah akan meningkatkan resiko seorang menjadi korabn cyberbullying.
4.                  Jadilah teman, jangan hanya diam. Ikut meneruskan pesan fitnah atau hanya diam dan tidak berbuat apa-apa akan menyuburkan aksi bullying dan menyakiti perasaan korban. Suruh pelaku menghentikan aksinya.
5.                  Segera blokir aksi pelaku. Jika materi-materi pengganggu muncul dalam bentuk pesan instan, teks, atau komentar profil, gunakan tool preferences/privasi untuk memblok. Jika terjadi saat chating segera tinggalkan chatroom.


Daftar pustaka : Wikipedia
                           Google
           

KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA NASIONAL DAN NEGARA

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia, dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi.
Awal mula bahasa Indonesia
Cikal bakal bahasa Indonesia adalah bahasa melayu, yang terbentuk dari bahasa Arab, Persia, Sanskerta dan bhasa-bahasa Eropa. Bahasa melayu sejak kerajaan Sriwijaya pada abad ke tujuh telah digunakan sebagai bahasa perdagangan, perluasan agama budha di Nusantara. Lalu bahasa melayu pun semakin berkembang dan meluas di seluruh Nusantara. Pada awal zaman colonial bahasa Melayu bukan saja sangat bagus namanya, tetapi juga merupakan bahsa negeri Timur yang dihormati.
Pada zaman pergerakan nasional bahasa Indonesia lahir pertama kali. Pada waktu itu para tokoh pergerakan mencari bahsa yang dapat dipahami dan dapat dipakai oleh segenap lapisan suku bangsa yang ada. Perkembangan bahasa di Melayu di wilayah nusantara mempengaruhi dan mendorongnya persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Pada 1918 dari hasil pemikiran para tokoh pergerakan dan dewan rakyat, akhirnya dipilih bahasa Melayu dengan pertimbangan bahwa bahasa telah dipakai hamper sebagian rakyat Indonesia waktu itu. Dan pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda adri berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam Kerapatan Pemuda dan berikrar, yang kemudian dikenal dengan Sumpah Pemuda. Kini bahasa Indonesia telah digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat daerah maupun pusat.

a.                  Sebagai bahasa Nasional :
1.                  Lambang kebanggaan nasional
Sebagai lambing kebanggaan nasional, bahasa Indonesia  ‘memancarkan’ nilai-nilai social budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa Indonesia, kita harus bangga, kita harus menjunjungnya, dan kita harus mempertahankanny. Kita harus bangga memakainya dengan memelihara an mengembangkanny tanpa ada rasa rendah diri.
2.                  Lambang identitas Negara
Bahasa Indonesia merupakan ‘lambang’ bangsa Indonesia. Berarti dengan bahasa indonesiadapat diketahui siapa kita, yaitu sifat, perangai, dan watak kita sebagai bangsa Indonesia.
3.                  Alat pemersatu ragam masyarakat yang berbeda latar belakang, social, budaya dan bahasanya.
Dengan bahasa Indonesia, bangsa Indonesia merasa aman dan serasi hidupnya, sebab mereka tidak merasa bersaing dan merasa ‘dijajah’ oleh masyarakat suku lain. Fungsi dan kedudukan bahasa daerah masih kental dan tidak bergoyah sedikit pun, bahkan bahasa daerah diharapkan  dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia.
4.                  Alat perhubungan antar budaya daerah
Dengan bahasa Indonesia kita dapat saling berhubungan untuk segala aspek kkehidupan. Kita dapat saling berkomunikasi, bertukar pikiran, dan informasi dengan suku lain yang berbeda bahasa. Bagi pemerintahan segala kebijakan dan strategi yang berhubungan dengan ipoleksosbudhankam mudah di informasikam kepada seluruh masyarakat.

b.                  Sebagai bahasa Resmi/Negara :
1.                  Bahasa resmi kenegaraan.
Keputusan,dokumen-dokumen, dan surat-surat penting yang resmiyang dikeluarkan oleh pemerintah dan lembaga-lembagany dituliska dalam bahasa Indonesia. Pidato atas nama pemerintahan aatau dalam rangka menjalankan tugas pemerintahan diucapkan dan dituliskan dalam bahasa Indonesia.
2.                  Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
Dalam lembaga pendidikan, bahasa Indonesia sangat dibutuhkan untuk menyampaikan materi kepada siswa-siswa ny,dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi.
3.                  Alat penghubung tingkat nasional serta kepentingan pemerintah
Bahasa Indonesia dipakai dalam hubungan antar badan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat untuk kepentingan perencanaan, pelaksanaan dan pembangunan pemerintahan. Dengan mengadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa, tujuanny agar isi atau pesan yang di sampaikan dapat dengan cepat dan tepat doterima oleh kedua belah pihak.
4.                  Alat pengembang kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan tekhnologi
Kebudayaan nasional indonesiayang sangat beragam, berasal dari masyarakat Indonesia yang beragam pula, hampir tidak mungkin dapat disebarluaskan kepada dan dinikmati oleh masyarakat Indonesia lain tanpa bahasa Indonesia. Penyebaran ilmu dan teknologi, baik melalui buku pelajaran, buku popular, majalah-majalah ilmiah hendaknya menggunakan bahasa indonesisa.



Kamis, 27 Oktober 2011

Jejaring sosial

Penyebaran informasi  melalui  jejaring social
Dalam Bahasa Inggris (social network sites) atau yang lazim dikenal dengan jejaring social, merupakan sebuah web berbasis pelayanan yang kini telah berkembang pesat dan memungkinkan pengguna untuk membuat profil, list pengguna yang tersedia,  mengundang dan menerima teman-teman untuk bergabung di situs pengguna.

Sejarah
Kemunculan situs jejaring social diawali dengan inisiatif untuk menghubungkan teman-teman yang ada seluruh belahan dunia. Situs jejaring sosial pertama yaitu, Sixdegrees.com mulai muncul pada tahun 1997,situs ini memiliki aplikasi untuk membuat profil, menambah teman, dan mengirim pesan. Tahun 1999 dan 2000, muncul situs sosial lunarstorm, live journal, Cyword yang berfungsi memperluas informasi secara searah. Tahun 2001, muncul Ryze.com yang berperan untuk memperbesar jejaring bisnis. Tahun 2002, muncul friendster sebagai situs anak muda pertama yang semula disediakan untuk tempat pencarian jodoh.  Dalam kelanjutannya, friendster ini lebih diminati anak muda untuk saling berkenalan dengan pengguna lain. Tahun 2003, muncul situs sosial interaktif lain menyusul kemunculan friendster, Flick R, You Tube, Myspace. Hingga akhir tahun 2005, friendster dan Myspace merupakan situs jejaring sosial yang paling diminati. 
Memasuki tahun 2006, penggunaan friendster dan Myspace mulai tergeser dengan adanya facebook.  Facebook dengan tampilan yang lebih modern memungkinkan orang untuk berkenalan dan mengakses informasi seluas-luasnya. Tahun 2009, kemunculan Twitter ternyata menambah jumlah situs sosial bagi anak muda. Twitter menggunakan sistem mengikuti - tidak mengikuti (follow-unfollow), dimana kita dapat melihat status terbaru dari orang yang kita ikuti (follow).

Perkembangan dan terobosan dalam dunia maya/jejaring sosial yang terus berkembang ini telah menciptakan pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan sosial dan peradaban manusia. Keberadaan situs-situs jejaring sosial menimbulkan pengaruh yang berbeda-beda terhadap penggunanya. Ada efek positif, ada pula efek negatifnya. Tinggal bagaimana pengguna jejaring sosial memanfaatkan dan mengelola kebutuhannya terhadap jejaring sosial ini.
Kelebihan
Keberadaan situs jejaring sosial ini memudahkan kita untuk berinteraksi dengan mudah dengan orang-orang dari seluruh belahan dunia yang dikenal dengan biaya yang lebih murah dibandingkan menggunakanaSelain itu, dengan adanya situs jejaring sosial, penyebaran informasi dapat berlangsung secara cepat. Mengasah keterampilan teknis dan sosial merupakan kebutuhan yang wajib dipenuhi agar bisa bertahan hidup dan berada dalam neraca persaingan diera modern seperti sekarang ini. Hal ini sangatlah penting, tidak ada batasan usia, semua orang butuh untuk berkembang. Dengan menggunakan jejaring sosial, kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja, bahkan dengan orang yang belum kita kenal sekalipun dari berbagai penjuru dunia. Kelebihan ini bisa kita manfaatkan untuk menambah wawasan, bertukar pikiran, saling mengenal budaya dan ciri khas daerah masing-masing, dll. Hal ini dapat pula mengasah kemampuan berbahasa seseorang. Misalnya, belajar bahasa inggris dengan memanfaatkan fasilitas call atau video call yang disediakan di situs jejaring sosial.
Kelemahan
Kemunculan situs jejaring sosial ini menyebabkan interaksi interpersonal secara tatap muka (face-to-face) cenderung menurun. Orang lebih memilih untuk menggunakan situs jejaring sosial karena lebih praktis. Di lain pihak, kemunculan situs jejaring sosial ini membuat anak muda tidak dapat tidak mengakses internet. Dalam kadar yang berlebihan, situs jejaring sosial ini secara tidak langsung membawa dampak negatif, seperti kecanduan (addiksi) yang berlebihan dan terganggunya privasi seseorang. Seiring berkembangnya teknologi, berkembang pula kejahatan. Didunia internet, kejahatan dikenal dengan nama cyber crime. Kejahatan dunia maya sangatlah beragam. Diantaranya, carding, hacking, cracking, phising, dan spamming. Melemahkan menurunankan sensitifitas yang dimaksud disini adalah menurunnya tingkat simpati dan empati seseorang terhadap dunia nyata. Dengan jejaring sosial, seseorang cenderung melupakan dunia nyata dan tenggelam didalam dunia maya. Merenggangkan dan mengabaikan sesuatu yang terjadi disekitarnya dan lebih memilih untuk memperhatikan sesuatu yang terjadi didunia maya.




Ragam Bahasa

RAGAM BAHASA INDONESIA

Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan menurut hubungan pembicara, lawan bicara, dan orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicaraan. Bahasa mengalami perubahan seiring perubahan masyarakat, perubahan itu berupa variasi-variasi bahasa yang dipakai seperlunya. Agar banyaknya variasi tidak mengurangi fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang efisien, dalam bahasa timbul mekanisme untuk memilih variasi tertentu yang cocok untuk keperluan tertentu yang disebut ragam standar ( Subarianto, 2000). Oleh karena itu, penutur harus mampu memilih ragam bahasa yang sesuai dengan keperluannya apapun latar belakangnya.

1. Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb.
2. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek seperti dialek bahasa Madura, dialek bahasa Medan, dialek bahasa Sunda, dialek bahasa Bali, dialek bahasa Jawa, dan lain sebagainya.

Ragam Bahasa Lisan dan Tulis
Berdasarkan media atau sarana pemakaianya, ragam bahasa dibedakan atas ragam bahasa tulis dan ragam bahasa lisan. Ada yang mengatakan ragam bahasa tulis merupakan ragam bahasa lisan yang divisualkan atau dituliskan. Pendapat tersebut sesungguhnya ada benarnya tetapi tidak banyak salahnya karena tidak semua ragam bahasa lisan dapat dituliskan dan sebaliknya juga. Ada beberapa hal yang menjadi pembeda antara ragam bahasa tulis dan lisan misalnya: (1) ragam lisan memerlukan orang kedua sebagai lawan berbicara sedangkan tulis tidak harus, (2) fungsi gramatikal (subjek, predikat, objek) tidak selalu dinyatakan dalam ragam lisan karena memang dalam raga ini penggunaan bahasa sudah dibantu dengan situasi/ konteks, mimic pembicara, gerakkan, pandangan dan lain sebagainya, sedangkan dalam ragam tulis hal tersebut tidak ada atau diperlukan fungsi gramatikal yang lebih lengkap agar lawan bicara (pembaca tulisan) dapat memahami informasi yang disampaikan dengan jelas dan benar, (3) ragam lisan sangat terikat pada kondisi, situasi, ruang dan waktu, sedangkan ragam tulis tidak terikat, dan (4) ragam lisan dipengaruhi oleh panjang pendek dan tinggi rendah suara sedangkan ragam tulis dilengkapi dengan tanda baca, huruf capital, huruf miring dll.

1.      Ragam bahasa lisan
Ragam bahasa lisan merupakan ragam bahasa yang diungkapkan melalui lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan.
2.     Ragam bahasa tulis
Ragam bahasa tulis merupakan ragam bahasa yang pemakaiannya melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur agar dapat dipahami dengan mudah dan benar.  Ragam bahasa tulis memiliki kaidah yang baku dan teratur seperti tata cara penulisan (ejaan), tata bahasa, kosa kata. Dapat disimpulkan ragam bahasa tulis menuntut adanya adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca.

B.                 Ragam Baku dan Tidak Baku
Ragam baku merupakan ragam bahasa yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar masyarakat pemakainya sebagai bahasa resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dalam penggunaanya. Sedangkan ragam tidak baku adalah ragam yang tidak dilembagakan dan ditandai oleh cirri-ciri menyimpang dari norma ragam baku.
C.                 Ragam Baku Tulis dan Ragam Baku Lisan
Dengan adanya dua jenis ragam bahasa di atas yaitu ragam lisan dan tulis, dan ragam baku dan tidak baku  muncul sebuah ragam bahasa yang lain yaitu ragam baku tulis dan ragam baku lisan. Kedua ragam ini memiliki konsep yang sama dengan ragam di atas.
Ragam baku tulis merupakan ragam yang dipakai dengan resmi dalam buku-buku pelajaran atau buku-buku ilmiah. Ragam baku tulis berpedoman pada pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan, pedoman umum pembentukan istilah, dan KBBI. Sedangkan untuk ragam baku lisan adalah bagaimana menggunakan ragam bahasa baku seperti di atas dalam situasi lisan. Hal yang menentukan baik tidaknya ragam baku lisan seseorang adalah banyak sedikitnya pengaruh dialek atau logat bahasa daerah pembicara. Jika bahasa yang digunakan atau logat yang digunakan masih sangat kental dengan bahasa daerah, maka bahasa yang digunakan kurang baik.
D.                Ragam Sosial dan Ragam Fungsional
Ragam social dapat didefinisikan sebagai ragam bahasa yang sebagian norma dan kaidahnya didasarkan atas kesepakatan bersama dalam lingkungan social yang lebih kecil dalam masyarakat. Ragam social membedakan penggunaan bahasa berdasarkan hubungan orang misalnya berbahasa dengan keluarga, teman akrab dan atau sebaya, serta tingkat status social orang yang menjadi lawan bicara. Ragam social ini juga berlaku pada ragam tulis maupun ragam lisan.
Ragam fungsional, sering juga disebut ragam professional merupakan ragam bahasa yang diakitkan dengan profesi, lembaga, lingkungan kerja, atau kegiatan tertentu lainnya. Sebagai contoh yaitu adanya ragam keagamaan, ragam kedokteran, ragam teknologi. Kesemuaan ragam ini memiliki fungsi pada dunia mereka sendiri.
Nb : Dialek yang tercetak miring pada kalimat di atas adalah bahasa sekelompok masyarakat yang tinggal di suatu tempat.

                     : http://id.wikipedia.org/wiki/Ragam_bahasa


                

Kamis, 02 Juni 2011

Macam-macam Biaya dan Pendapatan

Macam-macam Biaya dan Pendapatan
1.    Biaya
Pengertian Biaya
Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang  menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi.
 Macam-macam Biaya
Biaya Produksi
  • Biaya eksplisit adalah biaya yang terlihat secara fisik, misalnya berupa uang.
  • biaya implisit adalah biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya biaya kesempatan dan penyusutan barang modal.
Biaya jangka pendek
1.Biaya total(total cost) merupakan jumlah dari biaya tetap dengan biaya variable.
2. Biaya tetap(fixed cost) adalah tegantung dari jumlah produksi,misalnya biaya modal, biaya gaji,sewa gedung dll.
3. Biaya variable(variable cost) adalah biaya yang besarnya tergantung dari tingkat produksi misalnya biaya bahan baku, upah buruh.
Rumus :
TC= FC+TVC
Total cost= fixed cost+ variable cost
2.   Pendapatan
Pengertian: Merupakan nilai maksimum yang dapat dikonsumsi oleh seseorang dalam suatu periode dengan mengharapkan keadaan yang sama pada akhir periode seperti keadaan semula. Pengertian tersebut menitikberatkan pada total kuantitatif pengeluaran terhadap konsumsi selama satu periode. Dengan kata lain, pendapatan adalah jumlah harta kekayaan awal periode ditambah keseluruhan hasil yang diperoleh selama satu periode, bukan hanya yang dikonsumsi.
Karakteristik Pendapatan, dapat dilihat dari :
  • Sumber pendapatan
  • Produk dan kegiatan utama perusahaan
  • Jumlah rupiah pendapatan dan proses penandingan
 Yang berhubungan dengan Pendapatan:
  • Total Revenue (TR) Yaitu total pendapatan yang akan diperoleh seorang produsen apabila memproduksi sejumlah unit barang tertentu.
  • Kuantitas Barang ( Q ) yaitu total jumlah barang yang diproduksi oleh seorang produsen
  • Average Revenue ( AR ) yaitu harga rata – rata unit barang AR = TR /Q
Seorang produsen yang rasional pasti mengharapkan pendapatan yang dia peroleh harus lebih besar dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkannya.
Dimana
p = TR – TC
TR = TC Perusahaan BEP ( Break Event Point)
TR > TC Perusahaan laba
TR < TC Perusahaan rugi

STRUKTUR PASAR
Pengertian Pasar:
Pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara
permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan. Jadi setiap proses yang mempertemukan antara pembeli dan penjual, maka akan membentuk harga yang disepakati antara pembeli dan penjual.
Pengertian struktur Pasar:
Struktur pasar adalah karakteristik organisasi pasar yang mempengaruhi sifat kompetisi dan harga di dalam pasar(BAIN,1952).
 Unsur-Unsur Struktur Pasar,terdiri dari:
  • konsentrasi
  • differensiasi produk
  • ukuran perusahaan
  • hambatan masuk
  • integrasi vertikal
  • diversifikasi



Bentuk-bentuk Struktur PasarBentuk-Bentuk Struktur Pasar Konsumen – Persaingan Sempurna, Monopolistik, Oligopoli dan Monopoli
 Pasar Persaingan Sempurna
Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain.
Sifat-sifat pasar persaingan sempurna :
  • Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain, sehingga para pembeli tidak dapat membedakan produk yang dihasilkan antara produsen A dan produsen B.
  • Penjual bersifat pengambil harga (price taker),yaitu penjual tidak dapat menentukan atau merubah harga dikarenakan harga pasar ditentukan oleh interaksi antara produsen dengan pembeli.
  • Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply)
  • Posisi tawar konsumen kuat
  • Jumlah penjual dan pembeli banyak
  • Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
  • Sensitif terhadap perubahan harga
  • Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar,yaitu apabila seorang penjual mengalami kerugian dapat langsung meninggalkan pasar dan begitu sebaliknya.
  • Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna tentang keadaan di pasar
    Artinya bahwa pembeli mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahanperubahan
    ke atas harga tersebut.
Pasar Monopolistik
Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya.
Sifat-sifat pasar monopolistik :
  • Adanya differensiasi produk(produk yang dijual mungkin sama namun memiliki perbedaansatu sama lain)
  • Mirip dengan pasar persaingan sempurna
  • Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
  • Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
  • Relatif mudah keluar masuk pasar
  • Promosi penjualan harus aktif. Pada pasar ini harga bukan merupakan pendongkrak jumlah konsumen, melainkan kemampuan perusahaan menciptakan citra baik dimata konsumen, sehingga dapat menimbulkan fanatisme terhadap produk.


Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya.
Sifat-sifat pasar oligopoli :
- Harga produk yang dijual relatif sama
- Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
- Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
- Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain
Macam-macam pasar oligopoli  :
  • Pasar oligopoli murni (pure oligopoly). Ini merupakan praktek oligopoli dimana barang yang diperdagangkan merupakan barang yang bersifat identik.contohnya : praktek pasar oligopoli dalam produk sabun mandi.
  • Pasar oligopoli dengan pembedaan (differentiated oligopoly)
    Pasar ini merupakan suatu bentuk praktek oligopoli dimana barang yang diperdagangkan dapat dibedakan.contohnya : praktek pasar oligopoli dalam produk mobil.
Pasar Monopoli
Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen atau penjual. Contohnya seperti microsoft windows, perusahaan listrik negara (pln), perusahaan kereta api (perumka), dan lain sebagainya.
Sifat-sifat pasar monopoli :
- Hanya terdapat satu penjual atau produsen
- Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli
- Umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang banyak
- Sangat sulit untuk masuk ke pasar karena peraturan undang-undang maupun butuh sumber daya yang sulit didapat
- Hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif pilihan
- Tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses

SUMBER:
http://organisasi.org/bentuk_bentuk_struktur_pasar_konsumen_persaingan_sempurna_monopolistik_oligopoli_dan_monopoli
http://www.zunal.com/zunal_uploads/files/20100512092310enama.pdf
http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_files/mp_312/karakteristik.html